Ponorogo, Metro NewsID — Ledakan hebat mengguncang Dukuh Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa tersebut menghancurkan sebuah rumah warga, menimbulkan korban jiwa, dan memicu kepanikan di lingkungan sekitar.
Saksi mata menyebut dentuman terdengar sangat keras hingga sempat dikira gempa bumi atau tabung gas meledak. Belakangan diketahui sumber ledakan berasal dari sebuah rumah di lokasi tersebut.
Akibat kejadian itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia di tempat, diduga berada di dalam rumah saat ledakan terjadi.
Sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Bantarangin untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga kini, identitas korban meninggal masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Ledakan menyebabkan kerusakan parah pada rumah yang menjadi pusat kejadian.
Atap bangunan roboh, sebagian dinding runtuh, dan genteng beterbangan hingga beberapa meter dari titik ledakan.
Material yang terpental juga merusak rumah di sekitar, terutama memecahkan kaca jendela akibat getaran kuat. Warga setempat dilaporkan masih syok dan khawatir akan kemungkinan ledakan susulan.
Aparat dari Polres Ponorogo segera turun ke lokasi dan memasang garis polisi guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta mencegah warga mendekat.
Tim Inafis Polres Ponorogo telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti dan memastikan kondisi korban sebelum proses evakuasi.
Informasi sementara dari kepolisian mengindikasikan ledakan diduga berasal dari aktivitas perakitan atau penyimpanan mercon di rumah tersebut.
Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan bahaya menyimpan bahan peledak di lingkungan permukiman padat. Aktivitas tersebut tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga warga di sekitarnya.
Hingga Minggu malam, situasi di lokasi dilaporkan telah kondusif meski sejumlah warga masih berkumpul menyaksikan proses evakuasi dan olah TKP.
Pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah penyelidikan selesai.*(Red)