Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah orang yang disebut sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gowa berada di sebuah kafe di Yogyakarta.
Video berdurasi singkat itu menampilkan suasana santai dengan alunan musik serta aktivitas karaoke.
Kemunculannya di media sosial segera menarik perhatian warganet, terutama karena momen tersebut disebut terjadi ketika sebagian wilayah Gowa masih menghadapi dampak banjir.
Belum dapat dipastikan secara pasti waktu pengambilan video maupun identitas individu yang terlihat dalam rekaman tersebut.
Namun potongan video yang viral itu memicu berbagai reaksi dari masyarakat yang menilai pentingnya sensitivitas pejabat publik dalam situasi bencana.Pada (3/Maret/2026)
Publik Minta Penjelasan
Beberapa warga berharap ada klarifikasi dari pihak terkait agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan.
“Kami tidak ingin menghakimi, tetapi masyarakat tentu berharap para wakil rakyat menunjukkan empati ketika daerahnya sedang tertimpa musibah,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Rahma (38), warga lainnya, menilai keterbukaan informasi menjadi hal penting di tengah cepatnya arus informasi di media sosial.
“Jika memang itu bagian dari agenda resmi atau kegiatan tertentu, sebaiknya dijelaskan secara terbuka supaya masyarakat tidak salah memahami,” katanya.
Upaya Konfirmasi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Gowa terkait video yang beredar tersebut.
Media ini telah berupaya menghubungi pihak sekretariat dewan untuk memperoleh klarifikasi mengenai waktu kejadian, lokasi, serta konteks kegiatan yang terekam dalam video tersebut.
Apabila terdapat penjelasan resmi dari pihak terkait, redaksi akan memperbarui pemberitaan ini sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip keberimbangan informasi.
Perspektif Pengamat
Seorang pengamat komunikasi publik menilai bahwa potongan video yang viral sering kali tidak menunjukkan konteks secara utuh.
Namun demikian, pejabat publik tetap dituntut memiliki sensitivitas komunikasi yang tinggi, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi bencana.
“Di era digital, persepsi publik dapat terbentuk sangat cepat. Karena itu, klarifikasi yang cepat dan transparan sangat penting untuk mencegah berkembangnya asumsi yang tidak berdasar,” ujarnya.
Banjir Masih Menyisakan Dampak
Sementara itu, banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Gowa masih menyisakan dampak bagi masyarakat terdampak. Proses pemulihan memerlukan dukungan berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah, lembaga legislatif, maupun elemen masyarakat lainnya.
Pemberitaan ini disusun dengan menjunjung tinggi asas keberimbangan serta praduga tak bersalah. Informasi yang beredar di media sosial masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Redaksi juga membuka ruang hak jawab kepada pihak DPRD Kabupaten Gowa atau individu yang disebut dalam video untuk memberikan klarifikasi resmi demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik.
(red)