Metro NewsID - Jakarta— Sejumlah kepala desa (kades) dari berbagai daerah menggelar aksi demonstrasi di kawasan Monas, Jakarta, sambil meneriakkan seruan “Tangkap Purbaya”. Mereka mendesak aparat penegak hukum segera memproses dan menangkap pihak yang diduga terlibat penyimpangan kebijakan terkait pemerintahan desa.
Aksi tersebut diwarnai orasi lantang dari seorang kepala desa perempuan asal Kabupaten Magelang yang menyuarakan tuntutan tegas kepada pemerintah.
“Kalau hari ini tidak direalisasi, kami akan kepung terus!” teriaknya di hadapan massa. Video orasinya kemudian viral di berbagai platform media sosial.
Sorotan Publik Beralih ke Kasus Korupsi Kades di Magelang
Di tengah tuntutan para kades soal kejelasan penyaluran dana desa, perhatian publik justru ikut mengarah pada sejumlah kasus korupsi yang menjerat beberapa kepala desa di Kabupaten Magelang sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber terpercaya:
Kades Sukomulyo Ditahan (17 September 2025)
Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang menahan Ahmat Riyadi (AR), Kepala Desa Sukomulyo, Kecamatan Kajoran.
Ia diduga melakukan korupsi keuangan desa tahun anggaran 2022–2023 dengan total kerugian negara mencapai Rp727 juta.
Kades Selomirah Terjerat Judi Online (29 Agustus 2025)
Kepala Desa Selomirah, Kecamatan Ngablak, berinisial AS, ditangkap Polresta Magelang atas dugaan penyelewengan dana desa sebesar Rp935 juta.
Dana tersebut, menurut hasil penyelidikan, digunakan untuk top up judi online dan penggelapan aset desa.
Kades Salamkanci Jadi Tersangka (29 September 2025)
Polres Magelang Kota menetapkan Dwi Joko Susanto (DJS), Kepala Desa Salamkanci, sebagai tersangka korupsi proyek pembangunan saluran air bersih tahun 2017–2019.
Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp405 juta, sebagian dana disebut digunakan untuk membeli pakan ternak.
Rangkaian kasus tersebut membuat publik mempertanyakan komitmen integritas para aparatur desa di tengah tuntutan nasional mengenai percepatan dan transparansi dana desa.
Di sisi lain, sebuah video yang menampilkan Kepala Desa Somokaton, Kecamatan Ngluwar, Icha, sedang berjoget saat aksi unjuk rasa kembali menyebar luas di media sosial.
Namun, saat dikonfirmasi, Icha menegaskan bahwa video tersebut adalah rekaman lama tahun 2023, bukan bagian dari demo yang digelar DPP Apdesi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (8/12/2025).
Pernyataan ini disampaikan Icha dalam wawancara yang dilansir DetikJateng pada 10 Desember 2025.
Icha juga mengatakan bahwa ia telah dihubungi pihak kepolisian terkait penyebaran video itu dan mempertanyakan mengapa rekaman lama kembali diangkat dengan framing seolah peristiwa baru.(tim/red)