METRO newsID
🔴 Breaking News: Selamat datang di METRO NewsID.my.id | Portal Berita Terpercaya dan Aktual | Update Berita Nasional, Daerah, dan Peristiwa Terbaru
Tak ada hasil yang ditemukan

    Banjir Bengawan Jero di Lamongan menunjukkan tanda-tanda Surut



    Metro NewsID —  Lamongan, Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Penurunan tinggi muka air (TMA) terjadi setelah pintu air Kuro di Kecamatan Glagah dibuka.
    Berdasarkan data pemantauan pada Senin (26/1/2026) pukul 06.00 WIB, TMA di Pheiskal Blawi tercatat berada di angka +0,68.

    Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat mencapai +0,74, meski status masih berada pada siaga merah.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan hasil monitoring TMA Bengawan Solo dan Blawi menunjukkan tren penurunan. Selain itu, TMA di Dam Kuro tercatat -0,12 pada sisi luar dan -0,06 pada sisi dalam.

    Menurut Sugeng, penurunan ketinggian genangan banjir terjadi di hampir seluruh wilayah terdampak dengan rata-rata penurunan antara 6 hingga 8 sentimeter. Di beberapa lokasi, penurunan ketinggian air tercatat mencapai 9 hingga 10 sentimeter.

    Wilayah yang mengalami penurunan signifikan antara lain Desa Tukerto di Kecamatan Deket serta Desa Bojoasri di Kecamatan Kalitengah. Kondisi tersebut merupakan hasil dari pengendalian debit air melalui pembukaan pintu air Kuro.

    Pembukaan pintu air Kuro berdampak pada penghentian sementara operasional pompa air di lokasi tersebut. Pengaliran air Bengawan Jero kini diarahkan menuju Bengawan Solo.

    Sementara itu, pengendalian genangan di pintu air Melik, Kecamatan Kalitengah, masih dilakukan dengan mengoperasikan tiga unit pompa air.

    Sebelumnya, banjir akibat luapan Bengawan Jero merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan. Sedikitnya lima kecamatan terdampak banjir yang dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

    Pemerintah Kabupaten Lamongan telah melakukan berbagai langkah penanganan, di antaranya mengerahkan 15 unit pompa air di pintu air Kuro dan Melik, melakukan rekayasa cuaca bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir.*(Red)

    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال