Bojonegoro, 24 Februari 2025 – Pihak penyedia menu Makan Bergizi Gratis (SPPG) di Brangkal memberikan klarifikasi resmi terkait anggaran dan komposisi menu sekolah.
Klarifikasi ini menyusul beredarnya informasi yang keliru mengenai biaya per porsi dan bahan yang digunakan.
Menurut Kepala SPPG Brangkal 1, Febita Agustin Nurhalimah, beberapa pihak masih menganggap bahwa anggaran menu dipukul rata Rp15.000 per porsi.
Padahal, pembagian biaya sudah disesuaikan dengan kategori penerima:
Porsi Kecil (Rp8.000 per porsi): untuk balita, TK, PAUD, dan siswa kelas 1–3 SD
Porsi Besar (Rp10.000 per porsi): untuk ibu hamil, ibu menyusui, siswa kelas 4–6 SD, SMP, dan SMA
Rincian menu porsi kecil terdiri dari roti manis Rp3.000, keju slice Rp2.000, dan puding melon susu Rp3.000. Sementara porsi besar ditambahkan kacang telur sebagai sumber energi tambahan.
Febita menegaskan bahwa puding disajikan menggunakan buah melon segar dan susu segar, bukan perasa instan atau Nutrijel, untuk menjaga cita rasa alami sekaligus kandungan gizi tetap optimal.
“Kami berharap klarifikasi ini dapat menghilangkan kesalahpahaman di lapangan dan memastikan semua pihak memahami dasar perhitungan biaya menu sekolah,” ujarnya.
Pihak penyedia juga membuka jalur komunikasi untuk pertanyaan atau masukan, dengan harapan setiap permasalahan diselesaikan melalui koordinasi internal secara baik dan kekeluargaan.
Klarifikasi ini menunjukkan komitmen SPPG Brangkal dalam transparansi anggaran, kualitas bahan, dan pemenuhan gizi siswa agar program dapat berjalan berkelanjutan dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
“Dengan keterbukaan dan kerja sama semua pihak, kami yakin program Makan Bergizi Gratis dapat terus menghadirkan menu sehat, bergizi, dan menyenangkan bagi seluruh siswa – karena setiap porsi bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari upaya mendukung kesehatan dan perkembangan mereka secara menyeluruh.*(Red)