METRO newsID
🔴 Breaking News: Selamat datang di METRO NewsID.my.id | Portal Berita Terpercaya dan Aktual | Update Berita Nasional, Daerah, dan Peristiwa Terbaru
Tak ada hasil yang ditemukan

    Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka OTT KPK, Dugaan Korupsi Mengemuka

    Pekalongan, Metro NewsID– Dunia politik tanah air dikejutkan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

    OTT ini berlangsung Selasa pagi di wilayah Jawa Tengah dan melibatkan sejumlah pihak terkait.

    Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa Fadia beserta pihak yang diamankan kini dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK guna mendalami konstruksi perkara dugaan korupsi yang melilit pemerintahannya.(3/3/2026).

    Latar Belakang dan Pendidikan
    Fadia Arafiq dikenal sebagai anak dari pedangdut legendaris A. Rafiq. Ia mengawali pendidikan dasarnya di Jakarta dan kemudian menempuh jenjang pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktoral dari Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

    Jejak Politik
    Karier politik Fadia dimulai saat dipercaya menjabat Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. 

    Selama masa ini, ia aktif dalam organisasi kepemudaan dan politik, termasuk memimpin KNPI Jawa Tengah serta menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan.

    Puncak karier politiknya tercapai ketika ia memenangkan kursi Bupati Pekalongan selama dua periode. Periode pertamanya berlangsung 2021–2026, dan periode kedua dimulai setelah dilantik oleh Presiden di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030.

    Kontroversi dan OTT KPK

    Sepanjang kepemimpinannya, Fadia sempat menjadi sorotan publik akibat responsnya yang keras terhadap kritik warga mengenai kondisi infrastruktur daerah. Kini, langkah politiknya harus terhenti sementara lantaran tindakan hukum KPK yang tengah menelisik dugaan praktik korupsi di lingkungan pemerintahannya.

    Pihak KPK menyatakan penyelidikan akan terus berlangsung, dan pihak yang terjerat OTT akan diperiksa secara intensif. Hasil pemeriksaan ini berpotensi membuka pengembangan kasus lebih lanjut.*(Red)


    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال